On-Site Reality Show Used Oil Samples
Membaca tulisan di situs Departemen Perhubungan »» tentang pembatasan pengangkutan cairan pada pesawat udara, menjawab beberapa keluhan dari konsumen kami yang "termehek-mehek" akibat naiknya ongkos angkut sampel pelumas dan reagent cair.
"Sejak tanggal 31 Maret 2007 telah diberlakukan Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor: SKEP/43/III/2007 tanggal 6 Maret 2007 Tentang Penanganan Cairan, Aerosol dan Gel (Liquids, Aerosols and Gels) yang dibawa penumpang ke dalam kabin pesawat udara pada penerbangan internasional. Surat Keputusan Dirjen Perhubungan Udara tersebut mengacu pada surat ICAO Nomor: AS 8/II-06/100 Confidential tanggal 1 Desember 2006 tentang Recomended Security Control Guidelines for Screening Liquids, Aerosols and Gels serta Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM.14 Tahun 1689 tentang Penertiban Penumpang, Barang dan Kargo yang diangkut pesawat udara sipil....".
![]() |
![]() |
Pelumas tidak saja di ciptakan untuk melumasi mesin dan peralatan produksi, sebagian kecil pelumas terpilih berkesempatan berpergian dari lokasi sampling ke lab pengujian pelumas. Seringkali transportasi udara menjadi sarana angkut pilihan serta berpeluang mengumpulkan point reward dari program frequent flyer. Pengiriman sampel pelumas, apalagi bahan bakar menjadi semakin mahal dan memerlukan waktu lebih lama hingga laporan hasil analisa dapat di terima. Bila di amati jumlah dan penyebaran fasilitas laboratorium uji pelumas/bahan bakar masih sangat terbatas di Indonesia. Ada kecendrungan berkumpul di seputar Balikpapan dan Jakarta saja.
Hasil kunjungan kerja di Balikpapan dan Samarinda minggu lalu menunjukan tren peningkatan jumlah sampel pelumas. Para penyedia jasa laboratorium menerima jumlah sampel harian yang berkisar 200 ~ 600 sampel dengan tuntutan yang sama "harus cepat selesai di analisa dalam 1 atau 2 hari kerja".
Melihat tulisan Lubes Clinic terdahulu tentang Analisa Pelumas Si Togel Resmi sampel pelumas akan bepergian dari lokasi titik sampling ke fasilitas lab dengan biaya tahunan yang cukup membebani anggaran tahunan analisa pelumas. Ada beberapa pemikiran yang patut di pertimbangkan, antara lain:
1. Jasa analisa pelumas hanya di bayar bila ada temuan penting dan mendesak.
Sangat sulit diterima para praktisi jasa analisa (lab) mengingat investasi awal fasilitas lab yang tidak murah, selain itu... inilah seni-nya analisa pelumas seperti jasa lab medis.
2. Memotong biaya angkutan sampel dengan fasilitas lab secara on-site.
Cukup beralasan pada konsumen dengan jumlah sampel harian atau bulanan yang besar.
Pihak penyedia jasa analisa yang telah mencapai break-event dari investasi peralatannya akan bersorak gembira. Saran kami untuk opsi ini adalah peningkatan status jasa lab menjadi fuel & lubes management yang juga memperkuat program condition based monitoring secara on-site.
3. Melakukan "Used Oil Samples Idol".
Sedikit meniru program reality show pencarian bintang baru di televisi, "Used Oil Sample Idol" bertujuan menyeleksi sampel-sampel yang layak di kirim untuk analisa lebih lanjut. Instilah lainnya adalah "On-Site Spot Check", dengan peralatan uji yang akurat layaknya fasilitas lab tetapi murah/mudah dalam pelaksanaannya. Teknik ini sangat kami sarankan dalam memaksimalkan program analisa pelumas secara bijak dan tepat sasaran. Umumnya jumlah sampel yang harus di analisa jasa lab akan menurun sekitar 60% hingga 80%, dengan kata lain penghematan yang sangat besar pada anggaran analisa tahunan. Dan bila Anda termasuk pemerhati lingkungan hidup, jumlah limbah yang terakumulasi akan jauh berkurang.
![]() |
Opsi ke tiga (3) adalah versi manual dari pola seleksi sampel layak uji dengan penempatan sensor kondisi pelumas pada mesin/peralatan produksi. Perbedaan yang mencolok pada teknik penempatan online sensor adalah data perubahan kondisi (tren) akan terus termonitor sebagai bagian program proactive maintenace dan machines protections.
On-Site Spot Check juga berlaku pada proses verifikasi dan pengujian spesifikasi cairan saat penerimaan awal dari para pemasok. Misalnya dalam memastikan kualitas bahan bakar sebelum unloading, penerimaan bahan baku di gudang, inspeksi lapangan, dan sebagainya. Sering terjadinya kerugian dan kerusakan akibat penyimpangan kualitas (out-of-spec) bahan baku produksi sebagai efek minimnya sarana pengujian dan pengawasan secara on-site. Dengan kata lain, Anda sendiri yang membuka peluang dan kesempatan para vendor untuk berbuat curang tanpa sarana dan program pengawasan yang baik. Masih ingat pesan bang napi?...waspada-lah waspada-lah...
ebahagia ©2009.



