Oils Condition Monitoring in Offshore Platform - 3 (habis)
Integrasi Analisa Vibrasi dan Pelumas

[Maret 2009]

Saya termasuk pencinta berat serial kartun Doraemon, karya besar Fujiko F. Fujio sejak tahun 1970 berdongeng untuk anak-anak di dunia. Sangat mustahil bila ada yang tidak mengenal robot kucing biru berkantong ajaib dari abad 22 ini, tidak lupa Nobi Nobita, Shizuka Minamoto, Suneo Honekawa, Giant (Takeshi Goda), dan karakter lainnya. Doraemon menggugah kreatifitas dan daya imajinasi saya dalam menghadapi persoalan kantor, kehidupan dan para pelanggan kami.

Kantong Ajaib Doraemon.
Andai saja Doraemon adalah salah satu anggota tim program condition monitoring, terbayang begitu banyak penghematan yang bisa terakumulasi. Berbagai peralatan kerja yang mutakhir dari abad 22 dengan singkat tersedia hanya dengan merogoh kantong ajaib - tentu saja tanpa proses tender dan presentasi para vendor. Bila ada kecelakaan serius pada mesin dan peralatan produksi, cukup keluarkan "pintu masa lalu" dan berkelana dengan "baling-baling bambu".

Dalam dunia nyata khususnya dalam lingkup plant maintenance, kolaborasi beberapa teknik pengumpulan data sangat umum di gunakan. Arogansi masing-masing disiplin ilmu dalam kontek condition monitoring sudah tidak berlaku lagi, "bersama kita bisa!" suatu statement yang tepat terlepas dari siapa pun yang mem-populerkan-nya.

Tabel - 3 secara umum membandingkan kemampuan teknik analisa vibrasi dan pelumas (tribologi) dalam perannya sebagai teknik prediksi gangguan dan kerusakan.

Objek

Vibrasi

Tribologi

Korelasi

Motor listrik
» Bantalan aus
» Baut pondasi
» Kelurusan as
» As retak
» Resonansi


Ya
Ya
Ya
Ya
Ya


Ya*
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak


Analisa vibrasi berperan sangat maksimal dalam aplikasi ini, analisa pelumas dapat mendeteksi keausan bantalan melalui analisa wear dan properti grease meskipun sangat terbatas lab yang mampu menganalisa.

Pompa
» Bantalan aus
» Baut pondasi
» Kelurusan as
» As retak
» Kavitasi


Ya
Ya
Ya
Ya
Ya


Ya*
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak


Analisa pelumas berperan sangat lemah di karenakan minimnya bagian-bagian yang menggunakan pelumas.

Roda gigi tertutup
» Bantalan aus
» Baut pondasi
» Kelurusan as
» As retak
» Gear rusak
» Foaming
» Kavitasi
» Wear debris
» Degradasi aditif
» Polutan air
» Salah pelumas


Ya
Ya
Ya
Ya
Ya
Tidak
Ya
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak


Ya
Tidak
Tidak
Tidak
Ya
Ya
Ya
Ya
Ya
Ya
Ya


Kombinasi kedua teknik analisa memberikan lebih detail informasi penting dalam penentuan potensi sumber masalah dan kondisi peralatan. Prediksi sumber masalah menjadi sangat mudah dan meminimalkan kesalahan dalam mengambil keputusan operasional dan perbaikan.

Turbin gas
» Bantalan aus
» Baut pondasi
» Kelurusan as
» Kualitas fuel gas
» Blade rusak
» Foaming
» Kavitasi
» Wear debris
» Degradasi aditif
» Polutan air
» Formasi varnish


Ya
Ya
Ya
Tidak
Ya
Tidak
Ya
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak


Ya
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Ya
Tidak
Ya
Ya
Ya
Ya


Pada poros dengan bantalan journal (plain bearing) yang di lumasi, teknik analisa pelumas memberikan informasi tingkat dan laju keausan bantalan. memudahkan penentuan batas toleransi waktu sebelum perbaikan di laksanakan.

Mesin gas (recip)
» Bantalan aus
» Baut pondasi
» Kelurusan as
» Kualitas fuel gas
» Knocking
» Ring aus
» Blow-by
» Wear debris
» Degradasi aditif
» Oksidasi
» Umur pelumas


Ya
Ya
Ya
Tidak
Ya
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak


Ya
Tidak
Tidak
Ya
Tidak
Ya
Ya
Ya
Ya
Ya
Ya


Fluktuasi kualitas gas mempengaruhi proses pembakaran pada ruang bakar, akan jelas terlihat dari berbagai polutan yang tertinggal pada pelumas.
Sama hal-nya dengan keausan ring, silinder, blow-by, nitrasi, oksidasi serta laju peningkatan nilai asam pelumas (TAN).

Transformer
» Overload
» Overheating
» Polutan gas
» Kondisi selulosa
» Cooling fan
» Bushing
» Moisture
» Oksidasi & TAN
» Umur pelumas


Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Ya
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak


Ya*
Ya*
Ya
Ya
Tidak
Tidak
Ya
Ya
Ya


Suatu contoh peralatan produksi dengan sedikit komponen berputar (fan only), analisa vibrasi sangat lemah di aplikasi ini. Sedangkan analisa pelumas lebih dominan berperan dengan memberikan berbagai data penting.

Tabel - 3.

Singkatnya dapat di simpulkan metode analisa vibrasi sangat berperan pada aplikasi peralatan berputar dengan jumlah titik pelumasan minimum. Sedangkan teknik analisa pelumas sangat penting pada mesin/peralatan dengan jumlah titik/sistim pelumasan yang mengengah hingga rumit. Tidak ada alasan penolakan untuk mengkombinasikan kemampuan masing-masing teknik analisa ini, demi menghasilkan kualitas prediksi gangguan secara tepat sasaran dan bertanggung jawab.

Cukup puas dengan integrasi teknik analisa pelumas dan vibrasi ini? Tunggu dulu masih banyak teknik analisa yang juga sangat penting seperti: thermography, flue gas analysis, water analysis, alignment, ultra sonic, dan sebagainya.

Tuhan maha adil dan bijaksana dengan tetap memberikan peluang usaha bagi para vendor peralatan dan jasa service guna memenuhi mahluk yang tak pernah puas dan terpuaskan - manusia.

ebahagia ©2009.