Kebersihan bahan bakar pada mesin diesel Common Rail

[Maret 2009]

Bulan lalu seorang teman lama menghubungi kantor kami dengan keluhan gangguan dan kerusakan sistim bahan bahan bakar mesin diesel, yang rupanya telah menggunakan common-rail system. Nozzle dan FIV plunger mengalami keausan dan erosi setelah mesin dibongkar oleh mekanik.

Common-rail pada mesin diesel sangat serupa dengan sistim injeksi bahan bakar pada mesin bensin, bahan bakar bertekanan di distribusikan melalui “fuel rail”. Perbedaan yang menyolok adalah tekanan kerja pada mesin bensin sekitar 70 PSI (<5 bar), sedangkan mesin diesel modern berkisar 27,000 PSI (~1,860 bar) – wow.. suatu angkat tekanan yang sangat tinggi. Saya langsung teringat sistim pemotong besi dengan teknologi UHP (Ultra High Pressure) water yang memerlukan baju khusus seperti kostum kura-kura ninja agar memenuhi persyaratan keselamatan kerja. Proses pemotongan material pada UHP water cutting menggunakan partikel padat sebagai penumbuk – air bertekanan tinggi memungkinkan partikel bergerak sangat cepat.

Kebersihan bahan bakar terhadap polutan padat dan air menjadi kebutuhan mendasar, selain kemurnian bahan bakar terhadap polutan cair yang lebih encer – kerosene atau minyak tanah misalnya. Dengan kekuatan tekan / dorong 27,000 PSI (~1,860 bar) suatu partikel padat berukuran micron akan memiliki kekuatan tumbukan yang luar biasa bila ikut terbawa di dalam sistim common-rail. Untuk mendapatkan tekanan yang tinggi, komponen sistim bahan bakar memiliki tingkat presisi tinggi dan sangat minim bertoleransi terhadap polutan padat diatas 3 micron, selain memerlukan pelumasan dari bahan bakar itu sendiri.

Polutan kerosene – minyak tanah dan air merusak proses pelumasan antar komponen yang di mulai dari kekuatan lapisan fim pelumas yang tidak semestinya (atau tidak ada sama sekali), hot spot dan keausan part. Pada polutan kerosene terjadi fenomena detonasi lebih awal dari yang seharusnya, knocking – dikarenakan titik penyalaan kerosene lebih rendah dibandingkan bbm diesel.

Polutan air didalam plunger (piston pump) meledak layaknya proses kompresi mesin diesel, menimbulkan panas tanpa memberikan efek pelumasan – fenomena ini di sebut “diesel effect” yang sering pula di temui pada sistim hidrolik. Uap air juga menyebabkan korosi pada common-rail dan nozzle barrel.

Kembali ke “pasien” kami yang sedang berduka, akhirnya kami menyarankan suatu sistim contamination control setelah melalui tahapan panjang diskusi dan technology scanning terlebih dahulu. Suatu sistim filtrasi portable menjadi pilihan dengan kemampuan menangkap polutan kurang dari 3 micron, lengkap dengan water separation, pressure gauge, trolley, dan pompa khusus yang di sesuaikan kondisi kerja.

ebahagia ©2009.